Jumat, 28 Maret 2014

Air dryer kompressor kontroller

Pada dunia industri yang mempergunakan air supply sebagai penggerak aktuator peralatan instrument, maka fungsi kompressor BOP (Balanced Of Plant) sangat penting. Dimana keandalan dan kualitas udara yang dihasilkan pada BOP akan mempengaruhi kinerja peralatan instrument pada plant utama.
Terdapat berbagai jenis air dryer untuk kompressor BOP, diantaranya  Regenerative Desiccant Dryers, Refrigeration Dryer, Deliquescent Dryer, dan Membrane Dryer. 
Desiccant Dryers berupa suatu tabung yang berisi zat penyerap uap air seperti silica gel, alumina aktif,molecular sieve, atau bahan penyerap uap air lainnya. Bahan yang paling banyak digunakan adalah silica gel. Udara kompresi masuk ke dalam tabung melewati zat pengering dan mengalir keluar. Pada suatu interval waktu tertentu, zat desiccant akan mencapai titik jenuhnya sehingga memerlukan proses regenerasi. Sebagian udara kering dialirkan ke tabung sehingga kandungan air yang terkandung di dalam zat pengering dikeluarkan. Pada proses regenerasi ini, udara kompresi tidak boleh dialirkan ke dalam tabung, sehingga umumnya pada industri-industri besar yang mengkonsumsi banyak instrument air menggunakan desiccant air dryer twin tower, sehingga proses pengeringan udara dan regenerasi dari masing-masing tabung bisa bergantian. ( http://serviceairdryer.blogspot.com).
Regenerative Desiccant Dryers
air dryer Regenerative Dessiccant Dryers

Pada project berikut dibuat sebuah kontroller untuk mengatur kerja siklus dari masing-masing dryer.
kontroller didesain secara user friendly, dapat disetting menggunakan program komputer, sekaligus melakukan simulasi pada program.

kontroller air dryer dan software programmer& simulator

Berikut dokumentasi saat installasi kontroller air dryer pada sebuah Plant kompressor BOP 

Proses installasi kontroller air dryer

Bagi anada yang menginginkan alat yang serupa/ custom bisa menghubungi t.gunawan (085731171710 / email : tgunaone@gmail.com www.saga-instruments.com)





Sabtu, 11 Januari 2014

Temperature Data Logger DS18B20

Berikut ini dibuat temperature data logger, dengan menggunakan sensor temperatur DS18B20, yang merupakan jenis sensor temperatur semikonduktor digital. Pada alat ini dibuat data logger temperature dengan jumlah 8 channel, serta dapat terhubung dengan komputer untuk tranding grafik dan dapat melakukan penyimpanan data dalam bentuk file excel.

SAGA Temperature Data Logger DS1820-08


Berikut rekaman hasil ujicoba alat data logger temperature.





Bagi anda yg menginginkan alat sejenis, atau custom, bisa menghubungi t.gunawan ( 085731171710 / email : tgunaone@gmail.com 


Senin, 25 November 2013

Mini Plant Water Treatment (NaCl Remover)


      Mini Plant water treatment ini adalah sistem yg digunakan untuk mengurangi kadar NaCl secara otomatis. Menggunakan sistem Reverse Osmosis (RO). Proses pengisian air masing – masing tangki, dan proses kerja RO, serta peralatan auxiliary lainnya dilakukan secara otomatis menggunakan mikrokontroller AVR ATMega 16. Terdapat sensor level, dan kadar garam, pada bagian tangki, serta menggunakan aktuator berupa valve motor untuk mengatur aliran masing -masing bagian water treatment mini plant. Sistem ini, juga dilengkapi dengan HMI (Human Machine Interface) untuk memudahkan monitoring, dan kontrol, apabila dilakukan dalam mode manual.

HMI water treatment miniplant (nacl remover)


berikut rekaman singkat video mini plant water treatment 

Bagi anda yg menginginkan alat sejenis, atau custom, bisa menghubungi t.gunawan (085731171710 / email : tgunaone@gmail.com
                                                                                   www.saga-instruments.com)

Sabtu, 28 September 2013

MINI PLANT SISTEM PENGENDALI PH

     Pada project ini, dibuat sebuah mini plant pengendali PH cairan, yaitu dijaga pada setpoint ph = 7, untuk keperluan sebuah laboratorium kampus. Cairan pada bejana proses memiliki Ph yg berubah, sesuai dengan proses yg sedang berlangsung. Untuk menstabilkan Ph cairan, maka ditambahkan cairan penstabil, yaitu penambahan Hcl, apabila cairan proses bersifat terlalu basa, dan penambahan larutan NaOH apabila cairan proses bersifat terlalu asam. Menggunakan sensor Ph CI-6507A, serta actuator dua buah pompa, dengan kerja pompa yg bisa diatur dari controller menggunakan PWM, dan dilengkapi dengan motor pengaduk pada bejana proses, untuk mempercepat reaksi pencampuran larutan asam – basa. proses kontrol ph larutan tersebut dapat dimonitor dan dikontrol melalui sebuah HMI. berikut tampilan software tampilan HMI yang digunakan.
software HMI miniplan Ph kontroller untuk laboratorium

Bagi anda yg menginginkan alat sejenis, atau custom, bisa menghubungi t.gunawan (085731171710/tgunaone@gmail.com)



Jumat, 27 September 2013

Komunikasi parallel mikrokontroller dengan komputer

Port paralel ialah port data  di komputer untuk mentransmisi 8 bit data dalam sekali detak. Standar port paralel  yang baru ialah IEEE 1284 dimana dikeluarkan tahun 1994.  Standar ini mendefinisikan 5 mode operasi sebagai berikut :
1.      Mode kompatibilitas
2.      mode nibble
3.      mode byte
4.      mode EPP (enhanced parallel port)
5.      mode ECP (Extended capability port)
Komunikasi parallel adalah jenis komunikasi data yang sangat sederhana. Mentransmisikan secara bersama 8 bit data.
Berikut detail fungsi masing masing pin pada port parallel.

pin konfigurasi parallel port
sumber : Logix4u.Net

tabel konfigurasi pin parallel port

Fungsi untuk komunikasi data keluar adalah pin no 2 s.d 9, dan pin no 14
Fungsi untuk komunikasi membaca data (4 bit) adalah pin nomor 10 s.d 13, serta pin no 15

Berikut gambaran schematic komunikasi microcontroller dengan port parallel

schnematic komunikasi parallel port pada komputer



Pembuatan software interface.
Berikut akan dipraktikan pembuatan software interfacing komunikasi parallel menggunakan vb 6
  1. Mempersiapkan file library input output bernama inpout32.dll, Bisa anda download di sini.
  2. Selanjutnya copy file tersebut ke folder windows\system32
  3. Mempersiapkan window tampilan untuk program tulis data parallel menuju mikrokontroller, dan baca data parallel dari mikrokontroller


software tampilan interfacing parallel port

Pada percobaan 1, untuk memberikan data out menuju mikrokontroller (form 6) ketikkan coding berikut :

Private Declare Sub portOut Lib "IO.DLL" Alias "PortOut" (ByVal Port As Integer, ByVal Data As Byte)
Private Declare Function PortIn Lib "IO.DLL" (ByVal Port As Integer) As Byte

Private Sub Command1_Click()
a = Text1.Text
If a <= 255 And a >= 0 Then
portOut &H378, a
Else
MsgBox "Angka melebihi batas range", vbCritical, "Peringatan"
End If
End Sub

Private Sub Command2_Click()
Form6.Hide
Form2.Show
End Sub

Pada Percobaan 2, (form 7 ) ketikkan kode berikut :
Private Declare Sub portOut Lib "IO.DLL" Alias "PortOut" (ByVal Port As Integer, ByVal Data As Byte)
Private Declare Function PortIn Lib "IO.DLL" (ByVal Port As Integer) As Byte

Private Sub Command1_Click()
Form7.Hide
Form2.Show
End Sub

Private Sub Form_Load()
a As Integer
a = PortIn(&H378)
textbox1.Text = a
End Sub



Minggu, 22 September 2013

Sistem player film otomatis

Pada project berikut ini, dibuat sebuah otomatisasi sistem player film pada sebuah museum di Bali. Player menggunakan sebuah komputer, sebagai kontrollernya, dan sebuah module interface. Melalui software tersebut, dapat diputar tiga film yang berbeda pada waktu yang bersama dengan masing masing display yang berbeda. Player akan otomatis menghentikan film, apabila film telah selesai, dan dapat digantikan dengan film lainnya, sesuai dengan urutan playlist film yang dimasukkan.
Berikut gambaran project yg telah dibuat.

Berikut tampilan software player otomatis yang telah dibuat

Add caption


Bagi anda yg menginginkan alat sejenis, atau custom, bisa menghubungi t.gunawan (089654411711 (sms only) /tgunaone@gmail.com)


Software Validasi perhitungan flow computer

     Saat transaksi jual beli minyak pada perusahaan oil & gas, alat pengukuran flow terbaik sangatlah diperlukan. Hal ini dikarenakan transaksi jual-beli minyak biasanya dilakukan dalam jumlah yang sangat besar, sehingga jika terjadi error pengukuran sedikit saja, maka kerugian yang ditimbulkan sangatlah besar. Oleh karena itu, di dunia Oil and gas, untuk Metering Systempada proses custody transfer digunakan alat ukur costudy transfer kelas I, yang mampu menghasilkan akurasi pengukuran 0,1 % dan repeatability 0,02%, dengan memperhitungkan tekanan dan temperature udara luar. Standard yang biasa digunakan untuk fluida cair (Minyak) adalah standard API (American Petrolium Institute).
      Metering system pada dasarnya memiliki dua bagian utama, yaitu bagian meter dan prover. Bagian meter adalah unit flow meter yang berfungsi untuk mengukur aliran fluida. Unit meter ini bisa berupa turbin meter atau Positive Displacement Meter (PD Meter). Unit prover berfungsi sebagai koreksi volume yang dialirkan melalui flow meter. Pada masing-masing bagian juga terdapat koreksi atas terjadinya perubahan temperatur dan pressure.
Sistem prover metering custody oil and gas
 Sumber :  Smith MeterTM Provers
      Prover terbagi 2 macam berdasarkan arah alirannya, yaitu unidirectional dan bi-directional prover. Unidirectional prover, bola bergerak hanya satu arah saja, selanjutnya kembali ke posisi awal dengan memutari 1 loop pipa prover dengan bantuan sistem hidrolik. Pada jenis bi-directional prover, bola bergerak bolak-balik membuat round-trip, kembali keposisi semula dengan cara membalikkan arah aliran fluida. Arah aliran diatur menggunakan 4-way  valve.
gambaran skematik penyusun metering system dengan Unidirectional Prover adalah sebagai berikut :
sistem prover metering system oil and gas
Sumber : Brenden S Ryan, Smith meter Inc
     Secara umum, prinsip kerja dari metering system ini adalah, mula-mula prover dioperasikan beberapa loop, hingga didapatkan faktor koreksi untuk flow meter yg digunakan. Faktor koreksi tersebut akan selalu berubah tergantung pada tekanan dan temperature. Selanjutnya faktor koreksi tersebut, digunakan sebagai variable koreksi pengukuran pada flowmeter. Dimana keseluruhan proses prover, perhitungan faktor koreksi, hingga didapatkan hasil pengukuran yang terkoreksi dilakukan secara otomatis didalam flowcomputer. Seluruh perhitungan, bahkan desain prover dan meter yang diijinkan diatur didalam standard API – MPMS (American Petrolium Institute – Manual Of Petroleum Measurement Standard).
Akan tetapi, perhitungan – perhitungan yang dilakukan oleh flow computer, perlu dilakukan validasi. Hal ini perlu dilakukan, untuk menghindari adanya error perhitungan yang tidak diketahui, baik error tersebut diakibatkan oleh adanya kesalahan pembacaaan instrument pendukung metering system , ataupun error akibat kinerja dari flowcomputer.
Pada Project ini, dibuat sebuah software, yang dapat melakukan validasi perhitungan flowcomputer tersebut, berdasarkan standard yang sama, yaitu API-MPMS.
software untuk validasi metering system oil and gas

Bagi anda yg menginginkan alat sejenis, atau custom, bisa menghubungi t.gunawan 085731171710 /tgunaone@gmail.com)